Mengembalikan Grub yang hilang di Debian Lenny

16 September 2009 at 7:40 AM | In Tips Linux | 6 Comments
Tags: ,

ehm… ehm…. lama tak ngoprek2 windows akhirnya kemaren Coba ngoprek2 windows dengan nyoba2 Squid di Xp, dah karena keasyikan ngoprek Windowsku jadi error boleh di katakan minta di “repair”. ya.. akhirnya mau gak mau gw kudu ngrepair tuh Xp kalo kagak beeeeeeh… gw kagak bisa main Winning Eleven lagi… nieh….

eh… gw Lupa…

UntitledBiasanya pada saat installasi windows, grub debian akan hilang, master boot recordnya akan ditimpa oleh windows. Ketika komputer restart maka otomatis akan masuk ke windows karena jalan menuju ke debian sudah tidak ada lagi, alias grubnya hilang. (>_<) pusing..

Tapi nggak apa lah… masih bisa kok di kembalikan ada beberapa cara sih.. cara  yang pertma berikut ini terbukti ampuh… and Mak nyusssss…… SsS

Berikut langkah – langkahnya :

Continue reading Mengembalikan Grub yang hilang di Debian Lenny…

Asyiknya Facebook’an ria di Pidgin

16 Juli 2009 at 1:46 AM | In Tips Linux | Leave a Comment
Tags: ,

Wah makin asik saja nih saya pake linux, ga usah ribet, satu Instant messenger untuk semua, sekarang di pidgin saya mengaktifkan beberapa account diantaranya Yahoo!, Gtalk, MSN/Live messenger dan tentunya facebook. hemat dan praktis, dengan demikian saya tidak harus selalu membuka halaman facebook untuk dapat bercakap2 dengan teman2 di facebook. penasaran? silahkan coba sendiri :P

Nggak percaya.. mari kita buktikan….

Untitled

Pertama kita harus install dulu pidgin, pilih OS yang di kehendaki saya memakai Linux debian berikut linknya Continue reading Asyiknya Facebook’an ria di Pidgin…

Setting Wi-fi Atheros di Debian lenny

21 Juni 2009 at 6:41 AM | In Tips Linux | 10 Comments
Tags: ,

ehm…. ehm…..

Mungkin dari iseng ataou ikut2′an temen dari Kalimantan Yang pake debian, akhirnya kesambet juga and make juga. Debian yang saya pake memiliki Codename Lenny dengan kernel 2.6.26. Awal pertama Install di Laptop saya… yang Bikin bertanya-tanya “Loh Kok Wifine… gak keditek..”..

ternyata… drivernya tidak terinstall secara Otomatis…

Jadi Kita harus installnya secara manual… berikut langkah2nya… Continue reading Setting Wi-fi Atheros di Debian lenny…

Mengatur Masa Berlaku user Bisakah…???

27 Januari 2009 at 2:13 AM | In Tips Linux | 2 Comments

Sudah Lama Saya Ingin Membuat Artikel Ini tapi karena masalah waktu mungkin baru kali ini saya bisa membuatnya.
Linux adalah Sistem Operasi multiuser yang artinya merupakan sistem operasi yang dirancang unutk digunakan oleh banyak orang secara bersamaan. Untuk itu di perlukan batasan batasan agar user A tidak dapat melihat apalagi menghapus file User B dan sebaliknya.

Di Linux pada saat installasi kita di buatkan 2 user account sekaligus masih ingat bila saat installasi kita disuruh memasukan Password Root, nah bingung kan root itu apa dan User biasa Itu Apa. pada dasarnya 2 user account di Linux bisa di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu:


ROOT
:
root saya ibaratkan seperti Dewa, ini merupakan dewa yang paling berkuasa di komputer linux. account ini cuman ada satu di linux dan tidak bisa di hapus. Tapi jangan sesekali menggunakan Account ini kalo tidak benar2 kepepet. Nah Ada teman saya yang bertanya kepada saya, Mengapa Penggunaan root sangat dibatasi? Pertanyaan yang sangat Susah Tapi Gampang untuk di jawab ya Aku tidak langsung menjawab Masih Tanya Sama Mbah Google Dulu.

Misalnya Kita secara tidak sengaja menjalankan program yang berbahaya, seperti Virus, Exploite dlsb. Jika menggunakan root maka virus tersebut akan mempuyai Hak yang sama dengan root, karena itulah jangan Heran jika akses root selalu menjadi incaran para Hacker di Dunia.

NORMAL user:
ini adalah account yang dapat kita Buat secara manual. Kita juga bisa menambahkan user account dengan GUI maupun dengan Baris perintah (command Line)

Dalam membuat user atau group sangat Gampang sekali dan Bisa dihapus, ini saya pernah alami dalam Praktikum Sistem Operasi Linux Di Kampus Saya di Praktikum Tersebut dalam membuat user di Linux Sangant Mudah sekali, Tapi jika Jumlah peserta Praktikum tersebut Jumlahnya sangat Banyak tentu akan sangat merepotkan jika Harus Mnghapus User satu per satu.
Dan Seorang teman saya bertanya apakah Bisa mengatur user Supaya ada masa Berlakunya,..? jawabanya Ya Juga Bisa Tidak. Di bilang tidak Karena Belum nyoba, dibilang Ya kalo Tanya Om Google dulu.

Akhirnya Saya mencoba di Komputer saya,
Misalakan saya membuat sebuah User account untuk teman saya dan berlaku hanya 1 minggu saja. saya ingin agar account tersebut secara otomatis tidak Lagi bisa di gunakan sehingga saya tidak perlu repot-repot Mengahapus account tersebut.

CONTOH

Pertama Tama saya harus membuat user Account dengan baris perintah bisa dilakukan dengan perintah useradd atau adduser. Pada dasarnya Perintah sebenarnya adalah useradd, sedangkan adduser adalah link ke perintah useradd. OK jadi Useradd bisa dipakai untuk menambah user account, dan sekaligus membuat group dan direktori Homenya. Lantas bagai mana cara mengatur masa berlaku account dan sebagainya? Oke sabar saya akan menggunakan tiga Cara Yang saya Coba Di Buku UNIX System Administrator Karangan Steve Maxwell dan 100_Linux tips and trik Karangan Patrick Lambert.

CARA PERTAMA adalah menggunakan usermod, unutk mengatur masa berlaku account dan root yang berhak menambah dan menghapus suatu user maka kita masuk root terlebih dahulu.

root@007-desktop:~# useradd tux
root@007-desktop:~# usermod -e 1/28/2009 tux

untuk lebih lengkap mengenai parameter-parameter anda dapat menjalankan perintah “man usermod” atau “usermod–help”

CARA KEDUA ialah dengan memberikan parameter tambahan saat account dibuat dengan useradd. terdapat belasan parameter tambahan yang dapat kita lihat dengan menjalankan perintah “useradd -help” atau “man useradd”

man-use-add2unies@007-desktop:~$ useradd -e 1/28/2009 tux

CARA KETIGA
Agak sedikit Susah dari pada 2 cara diatas dan Memang belum pernah saya pakai di Komputer Lab, tetapi pernah saya coba untuk artikel ini di Komputer Rumah, yaitu dengan mengganti perilaku default dari useradd. kita bisa melakukan ini dengan mengedit file /etc/login.defs dan /etc/default/useradd. Maksud dan tujuan dari parameter /etc/login.defs dapat dilihat melalui perintah “man login.defs”

Berikut adalah isi kedua file tersebut secara default. saya memakai perintah grep setelah cat hanya untuk menghilangkan baris baris yang kosong, maupun yang merupakan komentar

manajemen-user-1manajemen-user-2

Semoga Artikel Ini dapat membantu anda
Copylef by UN7

Ada apa dengan CHMOD di Linux

24 Januari 2009 at 6:54 AM | In Tips Linux | 1 Comment
Tags:

Ada apa dengan CHMOD di Linux

CHMOD adalah suatu perintah di linux untuk pengubahan hak akses file di lakukan melalui
perintah Chmod ini. Hal ini hanya dapat di lakukan oleh root atau owner dari file yang
bersangkutan. Sangat mudah sekali tapi jangan dianggap remeh lo… nanti kualat seperti kejadian un7.

Suatu Hari Un7 ( nickname ), mengikuti salah satu Praktikum Sistem Operasi Di Linux, di 3 pertemuan Praktikum tersebut un7 selalu mendapatkan Nilai Sempurna, tapi entah kenapa karena terlalu menganggap remeh Pada waktu Ujian, Kesaktiannya Hilang seperti Orang Gak tau sama sekali tentang Linux. Mungkin Di Kutuk Oleh Si TUX (logo Pinguin) supaya Tidak meremehkan perintah dasar linux meskipun Segampang apapun itu.

Itu cuman sekedar Share aja supaya kita tidak merasa cepat puas dengan apa yang didapat. kita kembali lagi ke CHMOD, Bila bagi segaian Orang yang sudah mengenal DOS pasti mengenal dengan perintah ATTRIB. CHMOD  perintah yang mempuyai maksut sejenis.

Ada Dua cara untuk melihat atau untuk mengetahui izin akses suatu file yaitu dengan perintah stat (nama_file) atau dengan perintah ls -l

+++++++++++++++++++
|             CONTOH         |
+++++++++++++++++++

unies@007-desktop:~/Documents$ ls -l
total 4
-rwx—— 1 unies unies 2899 2009-01-21 18:22 Linux Ada Yang Aneh Tapi Penting
unies@007-desktop:~/Documents$

+++++++++++++++++++
|            ATAU               |
+++++++++++++++++++

unies@007-desktop:~/Documents$ stat Linux\ Ada\ Yang\ Aneh\ Tapi\ Penting
File: `Linux Ada Yang Aneh Tapi Penting’
Size: 2899            Blocks: 8          IO Block: 4096   regular file
Device: 303h/771d       Inode: 489462      Links: 1
Access: (0700/-rwxrwxr-x)  Uid: ( 1000/   unies)   Gid: ( 1000/   unies)
Access: 2009-01-24 19:35:14.000000000 +0700
Modify: 2009-01-21 18:22:48.000000000 +0700
Change: 2009-01-24 19:35:12.000000000 +0700
unies@007-desktop:~/Documents$


Lihat pada acces : (0755/drwxrwxr-x)

0755 memberitahukan kalau direktori Document Linux ada yang aneh tapi penting, mempunyai hak akses penuh kepada Owner, Hak read-write-excute bagi group, sedangkan Yang bukan group di beri Akses read-execute.

Mari kita Lihat pengelompokan struktur file dengan karakter di tabel berikut

untitled
Anda tinggal menambahkan jumlah kolom yang ada pada tabel diatas dalam menggunakan CHMOD. Seperti dibawah ini.

++++++++++++++++++++
|             CONTOH          |
++++++++++++++++++++

unies@007-desktop:~/Documents$ chmod 764 Linux\ Ada\ Yang\ Aneh\ Tapi\ Penting
unies@007-desktop:~/Documents$ ls -l
total 4
-rwxrw-r– 1 unies unies 2899 2009-01-21 18:22 Linux Ada Yang Aneh Tapi Penting
unies@007-desktop:~/Documents$

untuk mengecek sama seperti yang kita bahas Tadi yaitu menggunakan
stat (nama_file) atau
ls -l

Semoga bermanfaat

Copyleft By: UN7

Linux, Ada yang aneh tapi penting

22 Januari 2009 at 2:13 AM | In Tips Linux | Leave a Comment
Tags:

Linux Secara Umum memiliki banyak perbedaan mendasar dengan windows, yang sering membingungkan pengguna awam. di bagian ini saya akan menjelaskan beberapa hal yang sering dianggap aneh Oleh pengguna Windows yang baru saja mengenal Linux.

File .Exe Tidak Berarti di Linux

Di Windows, suatu file yang bisa di jalankan secara mandiri di tandai oleh ekstensinya, seperti .exe, .com, .bat, .cmd, .vbs, dan lain sebgainya. Anda Tidak Bisa Menjalankan file .txt di windows walaupun sebenarnya isi file tersebut adalah .exe

Misalkan saya mengganti nama file notepad.exe menjadi notepad.txt. ketika saya panggil dengan nama barunya, program notepad itu tidak akan berjalan lagi karena ekstensi .txt bukanlah suatu file yang dieksekusi.
Lalu Bagaimana dengan Linux? Linux tidak Mengenal ekstensi dalam menjalankan program! Sebagai Contoh, file dengan ekstensi .txt pun bisa dijalankan asalkan file tersebut diberikan flag x (execute). Tanda x pada suatu file dapat di lihat dengan perintah ls -l .

Contoh berikut memperlihatkan tanda x yang memiliki file /bin/pwd

localhost@localhost ~]$ ls -l /bin/pwd
-rwxr-xr-x 1 root root 26980 2009-10-30 23:52 /bin pwd
localhost@localhost ~]$

Kalau begitu apakah ekstensi di linux hanya untuk keperluan kosmetik? YA, tapi hanya benar-benar valid unutk lingkungan shell prompt ataupun Nautilu. Ekstensi file bisa saja tetap dipakai untuk memiudahkan Operasional pada Aplikasi-Aplikasi GUI Seperti GIMP, OpenOffice, dan sebaginya, terutama saat memilih File Mana yang ingin di Buka.

Berikut ini saya beri Contoh Langkah Langkah pengujian perilaku Terhadap ekstensi file.

1. bukalah terminal, jadilah root dengan su atau sudo tergantung distro anda, lalu rename file usr/share/background/images/ladybugs.jpg menjadi usr/share/background/images/ladybugs.exe.

localhost@localhost ~] $ su -
[root@localhost ~] # cd usr/share/background/images
[root@localhost images ~] # mv ladybugs.jpg ladybugs.exe
[root@localhost images]# ls -l *.exe
-rw-r–r– 1 root root 210576 2009-01-06 15:00 ladybugs.exe
[root@localhost images] #

2. Sekarang Anda Jalankan Nautilus dan browser ke /usr/share/background/images.
Sekarang Nautilus menganggap ladybugs.exe sebagai images JPEG, meskipun ekstensinya adalah .exe! Anda Bisa Mencoba membuka ladybugs.exe sebagai gambar dengan mendouble-clicknya pada Nautilus
Hore….Bisa

Sekarang coba remname ladybugs.exe menjadi ladybugs.txt Lewat terminal root. Dan Coba Double Clik
Anda Pasti Akan Mendapatkan Sejenis peringatan

@Pertaanyaan dari teman saya
Mengapa Nautilus tetap membuka file tersebut sebagai gambar saat ekstensinya adalah .exe, dan justru memberi peringatan saat Ekstensinya .txt

@Jawaban dari saya Cuman Sekedar Logika saja dan Baca-Baca buku.
Karena Masalah Keamanan..Itu Jawabanya. Ekstensi .txt adalah ekstensi yang dapat di buka oleh program LINUX, sehingga Oleh Nautilus khawatir file tersebut adalah file berbahaya yang sedang melakukan kamuflase lewat pengubahan Ekstensi.

Jadi tenang saja bagi anda yang baru saja pakai Linux takut dengan Virus Yang Ber-Ekstensi .exe (^_^)

Memanfaatkan Utilitas Cron di Linux, Supaya mati Otomatis

20 Desember 2008 at 9:41 AM | In Tips Linux | 1 Comment

By Admin

Suatu Hari saya mempunyai masalah dengan ingatan saya, yaitu Sering Lupa Mematikan komputer2 yang ada di Labratorium Jaringan Komputer saya yang berada di UNTAG Sby, sehingga Listrik di Pakai Sia Sia yang seharusnya Kita Harus Menghemat Sumber Daya Alam ini supaya Bisa Digunakan Oleh Generasi Mendatang.

Ya Sehingga Giamana ya… supaya penyakit Lupa Saya Jika Kambuh Biar Gak Bikin malasah Di kemudian Hari, Ya… Akhirnya aku pergi Ke tempatnya mbah Dukun Google unutk berkonsultasi masalah penyakit saya, dengan lantang Mbah Google berkata… “ha..ha… nyante je… aku nang Burimu”.!! Wah Mbah Google bilang Begitu….

Setelah menerima Jampi Jampi dari Mbah Google Saya langsung Eksekusi tuh…. Komputer saya…. dengan Utilitas CRON yang sudah ada di Mesin Linux Saya, bener kata mbah Google tuh ” nyante je…. aku nang Mburimu “.

saya memakai Mesin Linux dengan kernel 2.6.24-16 rt. Kemudian Masuk ke root anda

unies@unies:~$ su -

Editlah File CronTab anda dengan editor kesukaan anda contoh: nano, Pico, gedit, mcedit dll. tapi kali ini saya memakai gedit karena tampilanya yang menyenangkan

root@unies:~# gedit /etc/crontab

maka akan keluar Tampilan sebagai berikut

# /etc/crontab: system-wide crontab
# Unlike any other crontab you don’t have to run the `crontab’
# command to install the new version when you edit this file
# and files in /etc/cron.d. These files also have username fields,
# that none of the other crontabs do.

SHELL=/bin/sh
PATH=/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin

# m h dom mon dow user    command
17 *    * * *    root    cd / && run-parts –report /etc/cron.hourly
25 6    * * *    root    test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts –report /etc/cron.daily )
47 6    * * 7    root    test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts –report /etc/cron.weekly )
52 6    1 * *    root    test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts –report /etc/cron.monthly )
#

di bagian akhir di tambahkan Scrip sebagai berikut sehingga akan menjadi seperti ini

# /etc/crontab: system-wide crontab
# Unlike any other crontab you don’t have to run the `crontab’
# command to install the new version when you edit this file
# and files in /etc/cron.d. These files also have username fields,
# that none of the other crontabs do.

SHELL=/bin/sh
PATH=/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/sbin:/bin:/usr/sbin:/usr/bin

# m h dom mon dow user    command
17 *    * * *    root    cd / && run-parts –report /etc/cron.hourly
25 6    * * *    root    test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts –report /etc/cron.daily )
47 6    * * 7    root    test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts –report /etc/cron.weekly )
52 6    1 * *    root    test -x /usr/sbin/anacron || ( cd / && run-parts –report /etc/cron.monthly )
30 22    * * *     root    init 0
#

m = menjelaskan menit keberapa anda kehendaki komputer anda unutk mati sendiri

h = menjelaskan Hour / jam keberapa komputer anda untuk mati

dom, mon, dow Sebaiknya di isi Bintang saja

user = isikan root supaya akses root yang mematikan mesin Linux kita

coomand = isikan init 0 (perintah mematikan mesin linux)

Akhirnya penyakit Pelupa saya dapat di atasi deh….. berkat Mbah Google…… mkasih Mbah Atas jampi-jampinya….. semoga amal ibdah anda diterima di sisi allah Swt.

Trobelshooting Linux

1 November 2008 at 2:56 AM | In Tips Linux | 5 Comments

Sumber : KPLI Jakarta
Ahmed Unies KLAS
Berikut ini beberapa kumpulan trobuleshhoting yang dilakukan dilunyx :

# Mendeteksi Hardware menggunakan lspci

Untuk mengetahui perangkat apa saja yang berhasil dikenali oleh Linux dapat diketahui dengan menjalankan perintah pada konsol dengan perintah lspci. Untuk mengetahui ringkasan semua perangkat yang terkoneksi pada bus PCI dengan menjalankan :

# sbin/lspci

00:00.0 Host bridge: VIA Technologies, Inc. VT8363/8365 [KT133/KM133] (rev 02) 00:01.0 PCI bridge: VIA Technologies, Inc. VT8363/8365 [KT133/KM133 AGP]

00:06.0 Ethernet controller: Linksys Network Everywhere Fast Ethernet 10/100 model NC100

(rev 11)

Gunakan parameter -v dan -vv untuk menampilkan informasi yang lebih detail :

# /sbin/lspci -v

0000:01:00.0 VGA compatible controller: 3Dfx Interactive, Inc. Voodoo 3 (rev 01) (prog-if

00 [VGA])

Subsystem: 3Dfx Interactive, Inc.: Unknown device 1252

Flags: 66MHz, fast devsel, IRQ 10

Memory at d4000000 (32-bit, non-prefetchable) [size=32M]

Memory at d8000000 (32-bit, prefetchable) [size=32M]

I/O ports at c000 [size=256]

Expansion ROM at <unassigned> [disabled] [size=64K]

Capabilities: [54] AGP version 1.0

Capabilities: [60] Power Management version 1

Perintah lspci membaca semua informasi yang berada pada bus PCI, lalu menampilkan informasi berdasarkan database ID hardware, vendor, perangkat yang berada di /usr/share/misc/pci.ids. Ada perintah untuk melakukan updatenya :

# update-pcids

Menggunakan dmesg untuk Mengumpulkan Informasi Hardware

Selain PCI masih ada perangkat lain yang dapat diketahui informasi mengenainya, seperti untuk USB, SCSI, konfigurasi memori dan lain-lain.

Dengan menjalankan perintah dmesg, dmesg mencatat yang terdeteksi oleh kernel.

Untuk melihat semua output dari dmesg dengan menggunakan :

$ dmesg | less

Anda juga dapat memfilter output untuk mencari lebih spesifik perangkat tertentu, misal untuk mencari perangkat usb :

$ dmesg | grep -i usb

Untuk perangkat ISA :

$ dmesg | grep -i isa

isapnp: Scanning for PnP cards…

isapnp: SB audio device quirk – increasing port range

isapnp: Card ‘SupraExpress 56i Voice’

Untuk melihat sebarapa banyak memori fisik yang digunakan pada sistem dengan menggunakan :

$ dmesg | grep -i memory

Memory: 256492k/262080k available (1467k kernel code, 5204k reserved, 516k data, 96k init,

0k highmem)

Untuk mengetahui port serial :

$ dmesg | grep -i tty

ttyS00 at 0×03f8 (irq = 4) is a 16550A

Mengetahui Sistem yang Sedang Berjalan dengan /proc

Jika Anda ingin mengetahui memori fisik dan informasi mengenai CPU, identifikasi driver dapat menggunakan dengan membaca filesystem yang berada di /proc. Untuk membacanya hanya dengan menggunakan perintah :

$ cat /proc/filename

Anda dapat melihat isi /proc seperti layaknya membaca isi direktori dengan perintah :

$ ls /proc

bus cmdline cpuinfo devices dma driver filesystems ide kcore kmsg ksyms loadavg

meminfo misc modules mounts mtrr partitions pci scsi swaps sys tty

Sebagai contoh untuk melihat informasi mengenai CPU dengan menjalankan :

$ cat /proc/cpuinfo

processor : 0

vendor_id : AuthenticAMD

cpu family : 6

model : 3

model name : AMD Duron(tm) Processor

stepping : 1

cpu MHz : 801.442

Untuk melihat memori fisik dan swap yang digunakan :

$ cat /proc/meminfo

total: used: free: shared: buffers: cached:

Mem: 262746112 237740032 25006080 0 11575296 150138880

Swap: 534601728 81661952 452939776

MemTotal: 256588 kB

MemFree: 24420 kB

Untuk mengetahui mengenai hard drive IDE :

$ cat /proc/ide/via

——-VIA BusMastering IDE Configuration———

Driver Version: 3.37

South Bridge: VIA vt82c686a

Revision: ISA 0×22 IDE 0×10

Highest DMA rate: UDMA66

BM-DMA base: 0xd400

PCI clock: 33.3MHz

Untuk melihat geometry disk, baik secara real dan logikal :

$ cat /proc/ide/ide0/hda/geometry

physical 39870/16/63

logical 2501/255/63

Untuk mengindentifikasi drive :

$ cat /proc/ide/ide0/hda/model

IBM-DTLA-305020

Untuk mengetahui semua versi drive untuk semua IDE :

$ cat /proc/ide/drivers

de-scsi version 0.93

ide-cdrom version 4.59-ac1

ide-floppy version 0.99.newide

ide-disk version 1.17

ide-default version 0.9.newide

Untuk mengetahui kapabilitas dari drive CD :

$ cat /proc/sys/dev/cdrom/info

CD-ROM information, Id: cdrom.c 3.12 2000/10/18

drive name: sr1 sr0

drive speed: 40 32

Can read multisession: 1 1

Can read MCN: 1 1

Reports media changed: 1 1

Can play audio: 1 1

Can write CD-R: 1 0

Can write CD-RW: 1 0

Can read DVD: 0 1

Can write DVD-R: 0 0

Can write DVD-RAM: 0 0

Melihat Partisi Hardisk Menggunakan fdisk

Anda perlu melihat semua partisi pada hardisk atau drive. Anda ingin mengetahui space yang tersedia, partisi sistem operasi lain, mengkonversi partisi yang tidak digunakan, atau untuk mengetahui angka /dev berdasarkan partisi yang ada. Untuk melakukan itu Anda dapat menggunakan perintah fdisk.

Untuk mengetahui informasi detail mengenai partisi yang ada dengan menggunakan :

# /sbin/fdisk -l

Disk /dev/hda: 20.5 GB, 20576747520 bytes

255 heads, 63 sectors/track, 2501 cylinders

Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System

/dev/hda1 * 1 893 7172991 7 HPFS/NTFS

/dev/hda2 894 1033 1124550 c W95 FAT32 (LBA)

/dev/hda4 1034 2501 11791710 f W95 Ext’d (LBA)

/dev/hda5 2437 2501 522081 82 Linux swap

/dev/hda6 1034 1670 5116639+ 83 Linux

/dev/hda7 1671 2436 6152863+ 83 Linux

Disk /dev/hdb: 40.0 GB, 40020664320 bytes

16 heads, 63 sectors/track, 77545 cylinders

Units = cylinders of 1008 * 512 = 516096 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System

/dev/hdb1 * 1 4162 2097616+ 82 Linux swap

/dev/hdb2 4163 77545 36985032 83 Linux

Untuk mengetahui partition table berdasarkan drive :

# /sbin/fdisk -l /dev/hda

Disk /dev/hda: 20.5 GB, 20576747520 bytesDisk /dev/hda: 20.5 GB, 20576747520 bytes

255 heads, 63 sectors/track, 2501 cylinders

Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.